Keluhan warga di balik rekor muri gugu gia si gololi ternate

      39
*
Penyerahan rekor MURI oleh Manager MURI Triyono (kiri) kepadomain authority Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman (kanan) (Foto: segala.info/Munawir Taoeda)

TERNATE -Pelaksanaan sự kiện Indonesia Creative sầu Cities Festival (ICCF) 2019 di Kota Ternate dinilai berhasil. Meskipun acara puncak penutupan sự kiện berskala nasional ini akan berakhir pada 7 September 2019 besok.Kenapa tidak, satu dari tujuh kegiatan ICCF 2019 telah masuk dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Program acara itu adalah Gugu Gia Si Gololi Ternate atau berpegangan tangan dan mengelilingi Ternate.Dalam kegiachảy Gugu Gia Si Gololi ini, pihak pelaksamãng cầu ICCF 2019 telah melibatkan berbasợi element, mulai dari masyarakat umum, pelajar, ASN, swasta dan komunitas dengan jumlah peserta sebanyak 42 nghìn orang. Secara estafet, mereka bergantian memberikan thanh lịch saka merah putih mengelilingi Kota Ternate atau Gunung Gamalama, dengan waktu yang terbilang sangat singkat, 7 menit.

Bạn đang xem: Keluhan warga di balik rekor muri gugu gia si gololi ternate

Baca Lainnya :

Kegiatan Gugu Gia Si Gololi Ternate atau berpegangan tangan dan mengelilingi Ternate ini diawali dengan penyerahan bendera merah putih oleh Kapolres Ternate AKBPhường Azhari Juanda, didampingi Sejumlah Bubato Kesultanan Ternate, kepadomain authority salah seorang peserta Gugu Gia Si Gololi Ternate sekitar pukul 16:đôi mươi WIT.Sang saka merah putih kemudian diestafetkan ke arah selatan, dan berakhir di Benteng Oranje. Disana (Benteng Oranje, red), telah ditunggu Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman, Wakil Wali Kota Ternate Abdullah Tahir, Sekdomain authority Kota Ternate M Tauhid Soleman, Pembimãng cầu Jaringan Komunikamê mệt Ternate (Jarkot) Rizal Marsaoly dan sejumlah tokoh pendukung acara.Sang saka merah putih tibố di benteng oranje, dibawa oleh Imanullah salah satu petinggi Komunitas Jaringan Kota (Jarkot), yang berlari menghampiri Wali Kota. Keduanya, menancapkan quý phái saka merah putih padomain authority sebuah pot yang terbentuk dari kayu ditutupi kain hitam. Disitu, Wali Kota Burhan Abdurahman mengungkapkan keinginan dan harapan Kota Ternate ke depan secara terbuka bahwa "Kamày bedoa kepada Allah SWT, untuk kesejahteraan, kemajuan dan kemakmuran Ternate, Provinmê mệt Maluku Utara. Dari Ternate kita rajuk Indonesia untuk persatuan dan kesatuan Republik Indonesia"Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Piagam Rekor MURI oleh Manager MURI Triyono. Sebelum menyerahkan, Triyono menyatakan belum pernah adomain authority rekor seperti ini, baik di Indonesia atau di dunia. Yang mamãng cầu bendera merah putih diarak mengelilingi sebuah puvệ sinh. Peristiwa langka ini hanya terjadi di Kota Ternate (yang bisa).Wali Kota Ternate sembari memegang piagam rekor MURI menyampaikan rasa terimakasih kepada panitia pelaksamãng cầu khususnya Jarkot yang telah sukses melaksanakan ICCF 2019, sebatua buktinya meraih penghargaan rekor MURI tingkat dunia. "Saya memegang piaga ini hanyalah simbol, yang berhak adalah masyarakat Kota Ternate, panitia dan anak muda di Ternate yang telah bekerja keras. Terima kasih, dengan ini saya mengatasnamakan masyarakat Kota Ternate, menerima penghargaan MURI tingkat dunia," ungkap Wali Kothùa periode itu di hadapan peserta Gugu Gia Si Gololi dan pelaksamãng cầu ICCF 2019.

Xem thêm: Lễ Cúng Đầu Năm Gồm Những Gì? Các Bài 20 Mâm Cúng Khai Trương Đầu Năm Có Gì


TERNATE -Pelaksanaan event Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2019 di Kota Ternate dinilai berhasil. Meskipun acara puncak penutupan event berskala nasional ini akan berakhir pada 7 September 2019 besok.Kenapa tidak, satu dari tujuh kegiatung ICCF 2019 telah masuk dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Program acara itu adalah Gugu Gia Si Gololi Ternate atau berpegangan tangan dan mengelilingi Ternate.Dalam kegiarã Gugu Gia Si Gololi ini, pihak pelaksana ICCF 2019 telah melibatkan berbagai element, mulai dari masyarakat umum, pelajar, ASN, swasta dan komunitas dengan jumlah peserta sebanyak 42 nghìn orang. Secara estafet, mereka bergantian memberikan sang saka merah putih mengelilingi Kota Ternate atau Gunung Gamalama, dengan waktu yang terbilang sangat singkat, 7 menit.


Kegiatung Gugu Gia Si Gololi Ternate atau berpegangan tangan dan mengelilingi Ternate ini diawali dengan penyerahan bendera merah putih oleh Kapolres Ternate AKBP.. Azhari Juanda, didampingi Sejumlah Bubalớn Kesultanan Ternate, kepada salah seorang peserta Gugu Gia Si Gololi Ternate sekitar pukul 16:trăng tròn WIT.Sang saka merah putih kemudian diestafetkan ke arah selatan, dan berakhir di Benteng Oranje. Disana (Benteng Oranje, red), telah ditunggu Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman, Wakil Wali Kota Ternate Abdullah Tahir, Sekdomain authority Kota Ternate M Tauhid Soleman, Pembina Jaringan Komunikasi Ternate (Jarkot) Rizal Marsaoly dan sejumlah tokoh pendukung acara.Sang saka merah putih tibố di benteng oranje, dibawa oleh Imanullah salah satu petinggi Komunitas Jaringan Kota (Jarkot), yang berlari menghampiri Wali Kota. Keduanya, menancapkan lịch sự saka merah putih padomain authority sebuah pot yang terbentuk dari kayu ditutupi kain hitam. Disitu, Wali Kota Burhan Abdurahman mengungkapkan keinginan dan harapan Kota Ternate ke depan secara terbuka bahwa "Kami bedoa kepadomain authority Allah SWT, untuk kesejahteraan, kemajuan dan kemakmuran Ternate, Provinsi mê Maluku Utara. Dari Ternate kita rajuk Indonesia untuk persatuan dan kesatuan Republik Indonesia"Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Piagam Rekor MURI oleh Manager MURI Triyono. Sebelum menyerahkan, Triyono menyatakan belum pernah ada rekor seperti ini, baik di Indonesia atau di dunia. Yang mamãng cầu bendera merah putih diarak mengelilingi sebuah pulau. Peristiwa langka ini hanya terjadi di Kota Ternate (yang bisa).Wali Kota Ternate sembari memegang piagam rekor MURI menyampaikan rasa terimakasih kepada panitia pelaksana khususnya Jarkot yang telah sukses melaksanakan ICCF 2019, sebagai buktinya meraih penghargaan rekor MURI tingkat dunia. "Saya memegang piaga ini hanyalah simbol, yang berhak adalah masyarakat Kota Ternate, panitia dan anak mudomain authority di Ternate yang telah bekerja keras. Terima kasih, dengan ini saya mengatasnamakan masyarakat Kota Ternate, menerima penghargaan MURI tingkat dunia," ungkap Wali Kota dua periode itu di hadapan peserta Gugu Gia Si Gololi dan pelaksana ICCF 2019.